CERPEN tentang pengalaman pribadi

MATA MISTERIUS
Pagi mengintai di balik tirai awan. Matahari yang menandakannya mulai muncul. Dia berusaha menerangi bumi tempat manusia menggantungkan hidup dan harapannya. Aku masih terlelap dalam tidurku!! Orang-orang mulai mencari kesibukannya untuk memperoleh kemewahan hidup. Rutinitas dan jadwal harian yang telah di rancang sedemikian rupa kembali di tekuni. Aku masih terlelap!! Beragan aktivitas di lakukan oleh makhluk ciptaan Tuhan dan sepertinya mereka berfikir untuk terus hidup hingga 1000 tahun lebih. Mereka memulai pergantian hari dengan senyum yang cerah, dengan wajah yang berseri dan harapan hari ini akan lebih baik dari kemarin. Aku mulai membuka mataku!! Perlahan aku hidup kembali setelah melewati perjalanan panjang dalam mimpi. Kulitku mulai merasakan hangatnya mentari. Kemudian aku beranjak dari ranjangku, berjalan perlahan dan bertahan di ruang makan yang tembus dengan pintu depan rumah. Merasakan kemalasan yang msih berlomba menyerangku. Aku diam, hanya diam dan tetap diam. Hanya karena menempati rumah yang sedikit jauh dari tempat tinggal asalku, aku merasa begitu asing dengan dunia. Padahal seharusnya kesenanganku memuncak karena inilah rumah yang di bangun susah payah oleh keluargaku. Mungkinkah karena disini tak ada Tia, Agus, Mita tetanggaku yang berumur 5 tahun yang sering bermain denganku. Atau mungkin karena disini tak ada Wiki, kucingku yang berbulu abu-abu cantik yang tiap hari mengajakku bermain dengannya. Aku masih diam disitu. Memandang ke halaman rumah seolah mencari sebuah alasan yang nantinya akan membuatku betah tinggal disini. Dulu kau sering memimpikan ketenangan seperti ini. Tapi setelah kudapatkan. Kenapa aku merindukan masa-masa dulu. “ting..ting..ting” bunyi alarm hp samsung-ku yang mengagetkanku dan menyadarkanku dari lamunanku. Aku bergegas ke kamar mengambil handuk lalu mandi. Di setiap gerakanku di dalam kamar mandi aku merasa ada yang memerhatikan gerak-gerikku. Aku mencari-cari namun tak ada seorang pun yang mengintai. Aku masih berfikir sederhana “mungkin hanya halusinasiku saja !”. Pagi – pagi telah berlalu masih merasakan hal yang sama. Seperti ada yang memerhatikanku tapi hanya pada saat di kamar mandi. Aku melihat sepasang mata di dinding kamar mandiku yang gelap itu. “Kak, saya ingin bertanya, apakah kakak sering merasakan hal yang aneh saat menggunakan kamar mandiku?” tanyaku kepada kakakku yang sering menggunakan kamar mandi itu. “ada apa yaa?” jawab kakakku heran. Kini, aku mulai tidak menggunakan kamar mandi itu setiap pagi. “Mungkin hanya halusinasi kamu saja, Sa..” kata teman sekolahku ketika aku menceritakan hal ini. Rasa penasaran masih menyelimuti pikiranku. Aku bertekad, besok pagi aku akan memberanikan diri mencari tahu asal mata-mata misterius itu. “ting..ting..ting..” alarmku membangunkanku dan bergegaslah saya ke kamar mandi. Aku pun memerhatikan mata itu. Mata itu kelihatan berasal dari cahaya dan kelihatan seperti bayangan. Aku masih berpikir di kamar mandi tanpa menghiraukan keterlambatanku ke sekolah. Aku menoleh ke atas sejenak dan disitulah aku mendapat jawabannya. Mata-mata yang ku anggap misterius itu ternyata ada biasan cahaya dari atap kamar mandi yang bocor. Aku pun tersenyum malu seorang diri di kamar mandi. Akhirnya rasa penasaran hilang dan pagiku mulai tenang. Tak ada yang tahu lagi tentang keparno-anku itu. Kakakku sudah melupakannya karna aku sudah lama tak membahas hal itu dengannya, begitu pula dengan temanku. Hingga saat ini tak ada yang mengetahui timbulnya mata-mata yang ku anggap misterius itu. Ternyata hal itu adalah kebodohanku semata.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar